Analisis Komparatif Perspektif KHI Dan Fiqih Imam Syafi’i tentang Hukum Ihdad bagi Perempuan

  • Umi Karimatul Azizah STIS Miftahul Ulum Lumajang

Abstract

Artikel ini membahas tentang perbandingan ketentuan Ihdad antara KHI dan fiqih Imam Syafi’i. Menurut KHI Ihdad wajib dilaksanakan selama masa ‘iddah oleh perempuan yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda turut berduka cita dan sekaligus menjaga timbulnya fitnah. Menurut Imam Syafi’i perempuan yang ditinggal mati suaminya wajib melaksanakan Ihdad baik perempuan tersebut sudah dewasa, masih anak-anak, kafir dzimmi, atau seorang budak. Perbedaan ketentuan hukum Ihdad antara KHI dan Imam Syafi’i juga terletak pada konsekuensi hukum yang harus dilakukan perempuan selama melaksanakan Ihdad, dalam KHI tidak diatur secara rinci hal-hal yang dilarang selama pelaksanaan Ihdad sebagaimana ketentuan dalam fiqih Imam Syafi’i. 

Kata kunci : KHI, Fiqih, Hukum Ihdad.

Published
2018-08-24
Section
Articles