SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam https://ejournal.stismu.ac.id/index.php/sirajuddin <p><strong>Sirajuddin: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam, </strong>diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum Lumajang. Jurnal ini memuat naskah hasil kajian dan penelitian para peneliti dan akademisi Pendidikan Islam; ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Islam, Manajemen Pendidikan Islam, dan pondok pesantren.</p> <p>Penerbitan Jurnal Sirajuddin dilakukan dua kali setahun, yaitu pada bulan Desember dan Juni.</p> <p> </p> <p>(<a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20211229370831234">E-ISSN: 2809-6134</a>)</p> <p>(<a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20211231311431838">P-ISSN: 2809-6606</a>)</p> <p><strong>Official Address</strong> : Jalan Raya Banyuputih Kidul Jatiroto Po. Box. 101 Lumajang 67355 Jawa Timur Telp. (0334) 882800</p> <p><strong>Email</strong>: jurnalsirajuddin@gmail.com</p> P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG en-US SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam 2809-6606 Analisis Fungsi Al-Quwwah Al-Alimah (Daya Mengetahui) dalam Membentuk Karakter Ulul Albab: Studi Tokoh Al-Ghazali https://ejournal.stismu.ac.id/index.php/sirajuddin/article/view/2551 <p>Abstrak ini menganalisis fungsi al-quwwah al-‘ālimah (daya mengetahui) dalam pembentukan karakter ulul albab berdasarkan pemikiran Al-Ghazali. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana struktur daya mengetahui dalam jiwa menurut Al-Ghazali dapat menjadi landasan konseptual bagi pembentukan sosok ulul albab yang berimbang secara intelektual, spiritual, dan moral.</p> <p>Latar belakang kajian ini bertumpu pada kebutuhan pendidikan Islam kontemporer untuk melahirkan manusia berkarakter ulul albab, yaitu sosok yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan wawasan ilmu, dan kematangan akhlak di tengah krisis moral modern. Pemikiran Al-Ghazali diposisikan sebagai kerangka klasik yang relevan, karena ia merumuskan struktur jiwa dan sumber-sumber ilmu (indra, akal, dan ilham) secara sistematis serta mengaitkannya dengan tujuan pendidikan, yakni kebahagiaan dunia–akhirat melalui tazkiyatun nafs dan pembentukan akhlak mulia.</p> <p>Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan historis-filosofis terhadap karya-karya utama Al-Ghazali, seperti Ihya’ ‘Ulum al-Din, al-Munqidz min al-Dhalal, dan tulisan-tulisan tentang jiwa dan akal, yang kemudian didialogkan dengan literatur tentang ulul albab dan pendidikan karakter. Data dianalisis melalui langkah pengumpulan, klasifikasi, dan interpretasi konsep-konsep kunci tentang al-quwwah al-‘ālimah serta karakter ulul albab, sehingga tampak hubungan fungsional antara struktur daya mengetahui dan pembentukan kepribadian.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-quwwah al-‘ālimah pada Al-Ghazali, yang mencakup akal teoretis, praktis, dan keterbukaan pada ilham, berfungsi sebagai pusat pengolahan pengetahuan yang mengarahkan kehendak dan perilaku moral. Ketika daya mengetahui ini dibina melalui kombinasi dzikr, fikr, dan amal saleh sebagaimana karakter ulul albab dalam Al-Qur’an, ia melahirkan pribadi yang kokoh akidah, tajam nalar, lembut spiritualitas, serta berakhlak mulia dalam perilaku sosial.</p> <p>kesimpulannya, integrasi konsep al-quwwah al-‘ālimah Al-Ghazali dengan ideal ulul albab menyediakan landasan teoritis yang kuat bagi desain pendidikan karakter Islam yang holistik. Penguatan daya mengetahui bukan hanya pada aspek kognitif, tetapi juga pada dimensi spiritual dan etis, dipandang strategis untuk membentuk generasi ulul albab yang mampu merespons tantangan zaman tanpa kehilangan orientasi tauhid dan akhlak</p> Husen Husen Ahmad Taufiq Muzammil Iwan Fikri Titin Nurhidayati Copyright (c) 2026 SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam 2025-12-31 2025-12-31 5 1 1 9 10.55120/sirajuddin.v5i1.2551 Pendekatan Integratif Pendidikan Islam Dalam Pengajaran Statistika Untuk Menguatkan Nilai Kejujuran Pada Siswa Madrasah Aliyah https://ejournal.stismu.ac.id/index.php/sirajuddin/article/view/2563 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan integratif pendidikan Islam dalam pengajaran statistika serta menganalisis pengaruhnya terhadap penguatan nilai kejujuran siswa Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian meliputi guru matematika dan siswa Madrasah Aliyah yang mengikuti pembelajaran statistika. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan integratif pendidikan Islam diterapkan melalui perencanaan pembelajaran yang memadukan tujuan kognitif dan afektif, pelaksanaan pembelajaran statistika yang dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata serta nilai-nilai Islam, dan evaluasi yang menilai aspek proses dan sikap siswa. Pembelajaran statistika yang terintegrasi dengan nilai kejujuran mendorong siswa untuk bersikap jujur dalam pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data. Selain itu, pendekatan ini berpengaruh positif terhadap penguatan nilai kejujuran siswa, yang ditunjukkan melalui meningkatnya kesadaran etis, tanggung jawab akademik, dan konsistensi antara data dan hasil analisis. Dengan demikian, pendekatan integratif pendidikan Islam efektif dalam menjadikan pembelajaran statistika lebih bermakna serta berkontribusi pada pembentukan karakter jujur siswa Madrasah Aliyah.</p> Zainal Copyright (c) 2026 SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam 2024-12-31 2024-12-31 5 1 10 21 10.55120/sirajuddin.v5i1.2563 Analisis Konseptual Fungsi Jiwa Perasaan (Emosi) Dalam Penguatan Fungsi Belajar Perspektif Psikologi Pendidikan Islam https://ejournal.stismu.ac.id/index.php/sirajuddin/article/view/2554 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis secara konseptual fungsi jiwa perasaan (emosi) dalam penguatan fungsi belajar peserta didik dalam perspektif Psikologi Pendidikan Islam. Pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan digunakan untuk menelaah literatur terkait konsep perasaan dan emosi, proses belajar, serta prinsip-prinsip psikologi Islam yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa emosi memiliki peran fundamental dalam memengaruhi motivasi, perhatian, interaksi sosial, dan hasil belajar peserta didik. Dalam perspektif Islam, pengelolaan emosi berkaitan erat dengan tazkiyatun nafs, penguatan akhlak, dan pembentukan karakter melalui nilai-nilai seperti ṣabr, tawakkul, syukur, dan muraqabah. Integrasi nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran Pendidikan Islam dapat menciptakan suasana belajar yang positif, kondusif, dan bermakna sehingga mendorong keterlibatan kognitif dan spiritual peserta didik. Artikel ini menyimpulkan bahwa fungsi jiwa perasaan yang dikelola secara islami berperan strategis dalam penguatan fungsi belajar, serta mengusulkan perlunya desain pembelajaran yang secara sadar mengembangkan regulasi emosi berbasis nilai-nilai Islam</p> Su’udi Titin Nurhidayati Ahmad Sidik Yuningsih Kristiningrum Faroha Amalia Husna Saiful Anwar Copyright (c) 2026 SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam 2025-12-31 2025-12-31 5 1 22 28 10.55120/sirajuddin.v5i1.2554 Metodologi Cooperative Learning Dalam Pembelajaran Ski:Studi Pada Madrasah Aliyah https://ejournal.stismu.ac.id/index.php/sirajuddin/article/view/2523 <p>Artikel ini bertujuan membahas secara mendalam penerapan metodologi <em>Cooperative Learning</em> dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Aliyah, serta bagaimana pendekatan tersebut berkontribusi terhadap pembentukan pengalaman belajar yang kolaboratif dan bermakna bagi siswa. Isu utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih dominannya metode konvensional yang berfokus pada hafalan fakta sejarah, sehingga menghambat pengembangan kemampuan berpikir kritis dan nilai-nilai sosial keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi kegiatan pembelajaran di tiga kelas Madrasah Aliyah, serta analisis dokumentasi terkait perangkat pembelajaran SKI. Hasil analisis data menunjukkan tiga tema utama: (1) <strong>kolaborasi spiritual</strong>, di mana siswa saling mendukung dan meneladani nilai-nilai Islam melalui kerja kelompok; (2) <strong>peningkatan keterlibatan aktif</strong>, yang memperlihatkan pergeseran dari pembelajaran pasif menuju partisipasi reflektif; dan (3) <strong>refleksi nilai historis dalam konteks modern</strong>, yang menunjukkan bahwa siswa mampu mengaitkan peristiwa sejarah Islam dengan kehidupan sosial saat ini. Temuan ini memperlihatkan bahwa <em>Cooperative Learning</em> bukan hanya strategi pedagogis, tetapi juga pembentukan karakter, nilai ukhuwah, dan kesadaran historis. Kesimpulannya, penerapan <em>Cooperative Learning</em> dalam pembelajaran SKI mampu mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan spiritual siswa, sekaligus memperkuat nilai-nilai kolaboratif dalam pendidikan Islam. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis terhadap pengembangan model pembelajaran berbasis kolaborasi spiritual dan praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran SKI yang lebih kontekstual, reflektif, dan berorientasi karakter</p> Hafid Ahmad Syukkur Copyright (c) 2026 SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam 2025-12-31 2025-12-31 5 1 29 42 10.55120/sirajuddin.v5i1.2523 Pendidikan Karekter Berjenjang Dan Rumus Parenting 7x3 Menurut Ali Bin Thalib https://ejournal.stismu.ac.id/index.php/sirajuddin/article/view/2564 <p><em>Pendidikan karakter secara umum lebih kepada nuansa anak-anak dimasa sekolah, peneliti berusaha mebahas secara utuh dari jenjang satu kejenjang yang lain, artinya dari anak-anak sampai dewasa secara berjenjang, tidak bertumpu pada masa anak-anak saja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memahami pendidikan karakter secara berjenjang, kemudian untuk menganalisis rumus parenting 7x3 menurut Ali Bin Abi Thalib. Dalam penelitian ini, pendekatan yang diterapkan adalah studi kepustakaan (library research). Metode ini melibatkan serangkaian aktivitas sistematis yang berfokus pada pengumpulan data dan informasi dari berbagai sumber tertulis. Hasil penelitian ini: Pertama, Pendidikan karakter berjenjang secara efektif membentuk karakter anak dengan menyesuaikan pendekatan sesuai tahap perkembangan usia. Kedua, Rumus parenting 7x3 menurut Ali Bin Abi Thalib yaitu 0-7 tahun anak itu diumpamakan sebagai raja, 7-14 tahun anak itu diumpamakan sebagai tawanan yang penuh dengan tatatertib dan beberapa aturan dan 14-21 tahun anak itu dianggap sebagai sahabat.</em></p> Fitriatul Munawaroh Sufyan Huda Copyright (c) 2026 SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam 2025-12-31 2025-12-31 5 1 43 52 10.55120/sirajuddin.v5i1.2564 Pradigma Baru Pelajaran SKI: Analisis Perkembangan Kurikulum 2013 Menuju Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah https://ejournal.stismu.ac.id/index.php/sirajuddin/article/view/2575 <p>This article aims to analyze the development of the 2013 Curriculum (K13) towards the Merdeka Curriculum in the subject of Islamic Cultural History (SKI) in Madrasah Ibtidaiyah. This curriculum transition phenomenon reflects a change in the national education paradigm from a competency-based approach to more contextual, reflective, and student-centered learning. This study uses a qualitative approach with a library research method, which aims to examine various academic sources, educational policies, and empirical research results related to the implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic elementary schools. Data were collected through analysis of documents, scientific articles, and official government publications using purposive sampling techniques for relevant literature. Data analysis was conducted using thematic analysis to identify patterns, themes, and shifts in curriculum concepts in the context of SKI learning. The results of the study indicate that the transition from K13 to the Merdeka Curriculum is not only administrative but also paradigmatic. Three main themes were identified: (1) the reconstruction of the SKI learning philosophy, which places greater emphasis on the contextual interpretation of Islamic historical values; (2) the transformation of the role of teachers from conveyors of material to facilitators of reflective learning; and (3) the strengthening of the integration of Islamic values and the Pancasila student profile in learning activities. This study contributes to enriching the theoretical understanding of value-based curriculum adaptation in Islamic education and provides practical recommendations for madrasah teachers to develop more contextual and meaningful SKI learning. The implications of this study's findings emphasize the importance of curriculum innovation rooted in Islamic values while remaining adaptive to the challenges of 21st-century education.</p> Badrun Fawaidi Copyright (c) 2026 SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam 2025-12-31 2025-12-31 5 1 53 61 10.55120/sirajuddin.v5i1.2575