Studi Analisis Terhadap Kasus Perceraian Di Bawah Tangan Menurut Pasal 39 Undang Undang Perkawinan No 1 Tahun 1974, Wahbah Az-Zuhaili Dan Imam Syafi’i

Authors

  • Ahmad Hambali Sabang STAI DR KH EZ MUTTAQIEN
  • Abdul Rahmat
  • Khoir Affandi

Keywords:

perceraian di bawah tangan, hukum positif Indonesia, Wahbah al-Zuhaili, Imam Syafi’i, harmonisasi hukum.

Abstract

Perceraian di bawah tangan masih menjadi fenomena yang sering terjadi di masyarakat Indonesia, terutama pada komunitas yang memegang kuat tradisi fikih klasik. Praktik ini menimbulkan persoalan hukum karena bertentangan dengan ketentuan Pasal 39 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 115 Kompilasi Hukum Islam, yang mewajibkan perceraian dilakukan di depan sidang pengadilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan hukum positif Indonesia, pemikiran Wahbah al-Zuhaili, dan pandangan Imam Syafi’i terkait perceraian tanpa pencatatan negara, serta mencari titik temu yang dapat mengharmonisasikan ketiganya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif normatif dengan metode studi pustaka, mengkaji peraturan perundang-undangan, literatur fikih klasik, dan karya ulama kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga perspektif tersebut sama-sama mengakui keabsahan talak secara agama apabila memenuhi rukun dan syarat. Perbedaannya terletak pada posisi pencatatan: hukum positif menjadikannya syarat mutlak sahnya perceraian secara hukum negara, Wahbah al-Zuhaili menekankan pentingnya pencatatan demi kemaslahatan sosial, sedangkan Imam Syafi’i tidak mensyaratkannya. Dalam konteks modern, pencatatan perlu dipahami sebagai instrumen perlindungan hukum dan pelaksanaan maqashid al-syari’ah, sehingga dapat meminimalkan kerugian bagi perempuan dan anak serta mengurangi praktik perceraian di bawah tangan.

Kata Kunci: perceraian di bawah tangan, hukum positif Indonesia, Wahbah al-Zuhaili, Imam Syafi’i, harmonisasi hukum.

References

Patimah, D., Harun, H., & Putra, D. A. (2022). Praktik Perceraian di bawah Tangan Masyarakat Desa Palipan Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin Ditinjau dari Undang-undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974. NALAR FIQH: Jurnal Hukum Islam, 13(2), 89-105.

Zuhrah, F. (2020). Perceraian di Bawah Tangan di Indonesia: (Studi terhadap Implementasi Pasal 39 UU No. 1 Tahun 1974). JGSIMS: Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies, 1(1).

Daradjat, Z. (1995). Ilmu Fiqh Jilid 2. Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf.

Dr. Agus Hermanto, M. (2021). Problematika Hukum Keluarga Islam Di Indonesia. Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi.

Muhammad Syaifuddin, S. T. (2013). Hukum Perceraian. Jakarta: Sinar Grafika.

Abbas, S. (1994). Sejarah dan Keagungan Imam Syafi'i. Jakarta: Pustaka Tarbiyah.

Abdullah, G. (1994). Pengantar Kompilasi Hukum Islam dalam Tata Hukum Indonesia. Jakarta: Gema Insani.

Abdurrahman. (1992). Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

al-„Aqil, M. b. (2011). Manhaj Akidah Imam Syafi‟i. Jakarta: Pustaka Imam Syafi'i.

Al'Ati, M. '. (1984). Keluarga Muslim . Surabaya : Bina Ilmu.

Al-Dimasyqi, M. b. (2004). Rahmah Al-Ummah Fi Ikhtilafi Al-Immah. Bandung: Hasyimi Press.

Diantha, I. M. (2016). Metodologi Penelitian Hukum Normatif dalam Justifikasi Teori Hukum. Jakarta: Kencana.

Dr. H. Zuhcri Abdussamad, S. M. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Makassar: Syakir Media Press.

Dr. H.A. Hasyim Nawawie, S. M. (2014). TARIKH TASYRI'. (M. Drs. Jamaluddin, Ed.) Surabaya: Jenggala Pustaka Utama.

Dr. Muhaimin, S. M. (2020). Metode Penelitian Hukum. Nusa Tenggara Barat: Mataram University Press.

Dr. Yayan Sopyan, S. M. (2018). TARIK TASYRI': SEJARAH PEMBENTUKAN HUKUM ISLAM. Depok: Rajawali Pers.

Hafidhuddin, D. (2006). Agar Layar Tetap Terkembang: Upaya Menyelamatkan Umat. Jakarta: Gema Insani Press.

Mubarok, J. (2015). Pembaruan Hukum Perkawinan Di Indonesia. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Mughniyah, M. J. (2005). Al-Fiqh Ala Madzahibul Khamsah . Jakarta: PT Lentera Basirtama.

Nasution, H. (1995). Islam Rasional Gagasan dan Pemikiran. Bandung: Mizan.

Rahman, A. (1996). Karakteristik Hukum Islam dan Perkawinan. (R. S. Zaenudin, Trans.) Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Rasjid, S. (1996). Fiqh Islam a. Jakarta: PT Ichtiar Baroe Van Hoeve.

Sabiq, S. (2008). Fiqh Sunnah. Jakarta: Cakrawala.

Suwaidan, T. (2015). Biografi Imam Syafi'i. (I. Firdaus, Trans.) Jakarta: Zaman.

Syafi'i, I. (820 M). Al-Umm. Karya Thoha Purta.

Syarifuddfin, A. (2012). Garis-Garis Besar Ushul Fiqh. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Tarigan, A. N. (2004). Hukum Perdata di Indonesia . Jakarta: Perdana Media.

Tihami, S. S. (2014). Fiqh Munakahat. Jakarta: Raja wali Pers.

Wahid, M. (2024). Fiqh Indonesia. Bandung: Nuasa Cendikia.

Yunus, M. (1968). Hukum Perkawinan Dalam Islam. Jakarta: Cv. Al-Hidayah.

Zahrah, M. A. (2010). Ushul Fiqih. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Published

2025-06-30

Issue

Section

Articles