Hasil Musyawarah Keagamaan KUPI Tentang Perlindungan Perempuan Dari Bahaya Pemakasaan Perkawinan Perspektif Maqāṣid Al-Sharī‘Ah Dan Feminist Theory

Authors

  • Hesti Rohma Wadda UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Zakiyatul Ulya UIN Sunan Ampel Surabaya

Keywords:

pemaksaan perkawinan, perlindungan perempuan, KUPI, Feminisme Nawal El Saadawi, Maqāṣid al-syarī‘ah Jasser Auda

Abstract

Pemaksaan perkawinan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius di Indonesia karena dilegitimasi oleh budaya patriarki, kehormatan keluarga, dan pemahaman keliru atas otoritas wali. Praktik ini bertentangan dengan prinsip Islam tentang kerelaan, keadilan, dan kemanusiaan. Penelitian ini menganalisis Fatwa Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) tentang Perlindungan Perempuan dari Pemaksaan Perkawinan melalui perspektif maqāṣid al-syarī‘ah Jasser Auda dan feminist theory Nawal El Saadawi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan normatif  filosofis berbasis studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatwa KUPI, dalam kerangka maqāṣid al-syarī‘ah Jasser Auda, selaras dengan tujuan universal syariat yang menekankan keadilan, kemaslahatan, martabat manusia, kebebasan, dan kesetaraan. Sementara itu, dalam perspektif feminist theory Nawal El Saadawi, fatwa KUPI merepresentasikan kritik terhadap struktur patriarki yang melegitimasi pemaksaan perkawinan atas nama tradisi, kehormatan keluarga, dan otoritas wali, serta menegaskan perlindungan perempuan sebagai kewajiban hukum kolektif.

References

Asni. Perlindungan Perempuan dan Anak dalam Hukum Indonesia: Pendekatan Integratif. Cetakan I. Samata, Gowa: Alauddin University Press, 2020.

Fauza, Adela, and Fauzah Nur Aksa. “Perkawinan Paksa dan Akibat Hukumnya di Desa Bongak Kecamatan Tanjung Tiram Kab. Batubara Sumatra Utara.” Jurnal ilmiah mahasiswa, n.d. https://doi.org/10.29103/jimfh.v6i1.9086.

Fikriana, Askana, and Yudi Agusfinanda. “Analisis Perkawinan Paksa Sebagai Tindak Pidana

Kekerasan Seksual Dalam (Rancangan Undang-Undang) Penghapusan Kekerasan Seksual.” Sean Institute 2, no. 02 (2024). https://jurnal.seaninstitute.or.id/index.php/Jhui.

Giti, Shahriar, and Fatemeh Yusefi. The Feminist Ideas of Nawal El Saadawi in Light of the Intellectual Foundations of Existencialism and Socialism. no. Vol. 9 No. 1 (2019): Interacción y Perspectiva Revista de Trabajo Social (n.d.). https://produccioncientificaluz.org/index.php/interaccion/article/view/29838/30 807.

Gumanti, Retna. “Maqasid Al-Syariah Menurut Jasser Auda (Pendekatan Sistem Dalam Hukum Islam).” Al Himayah 2 (March 2018): 97–118. https://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/ah/article/view/582/461.

Hanapi, Agustin, and Hafizah Hani Binti Azizan. “Hak Wali Mujbīr Membatalkan Pernikahan (Analisis Putusan Mahkamah Syari’ah Perak).” Samarah 1 (June 2017). https://doi.org/10.22373/sjhk.v1i1.1558.

Ilya, Ivada. “Perlindungan Perempuan dari Pemaksaan Perkawinan Perspektif Maqashid

Syari’ah (Studi Fatwa Kupi Ke-2 No. 06/MK-Kupi-2/XI/2022).” Al-Manhaj, no. 06 (n.d.). https://doi.org/2686-1607%2520DOI:%252010.

Ismail, Moh., and Faiqoh Zuhdiana. “Relevansi Hak Wali Mujbir dalam Pernikahan Anak Gadis ditinjau dari Perspektif Gender Hukum Islam.” Jurnal Kajian Hukum Islam 7, no. 2 (September 2020): 73–89. https://doi.org/10.52166/jkhi.v7i2.17.

Khoiruddin, M. Wali Mujbir Menurut Imam Syafi’i (Tinjauan maqashid syariah). 18 (2019). https://doi.org/10.24014/af.v18.i2.8760.

Marzuki, Ismail, and A Malthuf Siroj. “Pemaksaan Perkawinan dalam Konteks Kajian Hak Asasi Manusia dan Undang Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.” Jurnal Ilmu Hukum Reusam, n.d. https://doi.org/10.29103/reusam.v10i2.10444.

Maula, Bani Syarif. “Perlindungan Perempuan dalam Hukum Perkawinan di Indonesia: Wacana Pembaharuan Undang-Undang Perkawinan Dalam Masalah Batas Usia Perkawinan.” YINYANG: Jurnal Studi Islam, Gender dan Anak 14, no. 1 (2019). https://doi.org/10.24090/yinyang.v14i1.2019.pp14-38.

Muchtar, Ayi Ishak Sholih, Rd. Zihad, and Ita Puspitasari. “Pendapat Imam Syafi’i tentang Hak Ijbar Wali: Suatu Kajian Berperspektif Gender.” Istinbath | Jurnal Penelitian Hukum Islam 16, no. 1 (February 2019): 59. https://doi.org/10.36667/istinbath.v16i1.280.

Munawar, Akhmad. “Sahnya Perkawinan menurut Hukum Positif yang Berlaku di Indonesia.” Al-Adl: Jurnal Hukum 7, no. 13 (January 2015). https://doi.org/10.31602/al-adl.v7i13.208.

Nabila Maharani. “Pelaksanaan Kawin Paksa sebagai Tuntutan Adat dalam Perspektif Hukum Positif dan Hak Asasi Manusia.” TARUNALAW: Journal of Law and Syariah 2, no. 01 (January 2024): 12–21. https://doi.org/10.54298/tarunalaw.v2i01.168.

Putri, Nerisma Eka. “Analisis Fatwa Kongres Ulama’ Perempuan Indonesia: Bahaya Pemaksaan Pernikahan Perspektif Gender.” Graduate forum, ahead of print, 2023. https://conference.uinsuka.ac.id/index.php/graduateforum/article/view/1385/904.

Retnani, Siti Dana Panti. “Feminisme dalam Perkembangan Aliran Pemikiran dan Hukum di Indonesia.” Jurnal Ilmu Hukum Alethea, n.d. https://doi.org/10.24246/alethea.vol1.no1.p95-109.

Sallom, Dea Salma, and Kholil Syu’aib. “Matchmaking in Pesantren: The Role of Wali Mujbir in Matchmaking with Maqasid Sharia Perspectives.” Al-Risalah: Forum Kajian Hukum Dan Sosial Kemasyarakatan 22, no. 1 (June 2022): 78–91. https://doi.org/10.30631/alrisalah.v22i1.1073.

Sari, Widya, and Muhammad Arif. “Konsep Pernikahan dalam Perspektif Feminisme dan Hukum Islam.” USRATY : Journal of Islamic Family Law 1, no. 1 (October 2023): 71. https://doi.org/10.30983/usraty.v1i1.6532.

Triantono, Triantono. “Feminis Legal Theory dalam Kerangka Hukum Indonesia.” Progressive Law and Society 1, no. 1 (October 2023). https://doi.org/10.14710/pls.20744.

Yukesti, Tetty. 51 Perempuan Pencerah Dunia. Terbitan pertama. Jakarta: Elex Media Komputindo, 2015.

Published

2025-12-16

Issue

Section

Articles