SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam
https://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/sirajuddin
<p><strong>Jurnal Sirajuddin: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam</strong> diterbitkan oleh P3M Sekolah Tinggi Ilmu SYari'ah Miftahul Ulum Lumajang. Jurnal ini berisikan naskah-naskah hasil pengkajian dan penelitian oleh para peneliti dan akademisi yang berkaitan dengan Ilmu Pendidikan ke-Islaman, yakni: ilmu-ilmu yang berkaitan Ilmu Pendidikan Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Kajian Islam Ahulussunnah wal Jama'ah dan Kepesantrenan. Penerbitan Jurnal Sirojuddin ini dilakukan dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Agustus dan Februari.</p> <p><strong>Official Address</strong> : Jalan Raya Banyuputih Kidul Jatiroto Po. Box. 101 Lumajang 67355 Jawa Timur Telp. (0334) 882800</p> <p><strong>Email</strong>: stis.miftahululum@gmail.com</p>P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANGen-USSIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam2809-6606Analisis Fungsi Al-Quwwah Al-Alimah (Daya Mengetahui) dalam Membentuk Karakter Ulul Albab: Studi Tokoh Al-Ghazali
https://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/sirajuddin/article/view/2551
<p>This abstract analyzes the function of al-quwwah al-'ālimah (the power of knowing) in the formation of the character of ulul albab based on Al-Ghazali's thought. This research aims to explain how the structure of knowing power in the soul according to Al-Ghazali can be a conceptual basis for the formation of a balanced figure of ulul albab intellectually, spiritually, and morally.The background of this study rests on the need for contemporary Islamic education to give birth to human beings with the character of ulul albab, namely figures who have spiritual depth, breadth of knowledge insight, and moral maturity in the midst of modern moral crisis. Al-Ghazali's thought is positioned as a relevant classical framework, because he systematically formulates the structure of the soul and the sources of knowledge (senses, intellect, and inspiration) and relates it to the goal of education, namely the happiness of the world-hereafter through tazkiyatun nafs and the formation of noble morals.</p> <p>The method used is literature research with a historical-philosophical approach to Al-Ghazali's main works, such as Ihya' 'Ulum al-Din, al-Munqidz min al-Dhalal, and writings on the soul and intellect, which are then dialogued with literature on ulul albab and character education. The data were analyzed through the steps of collecting, classifying, and interpreting key concepts about al-quwwah al-'ālimah and the character of ulul albab, so that a functional relationship between the structure of knowing power and personality formation appeared.The results of the study show that al-quwwah al-'ālimah in Al-Ghazali, which includes theoretical, practical, and openness to inspiration, serves as a center for knowledge processing that directs moral will and behavior. When this power of knowing is fostered through a combination of dhikr, fikr, and pious deeds as the character of ulul albab in the Qur'an, it gives birth to a person who is strong in faith, sharp in reason, soft spirituality, and noble character in social behavior.In conclusion, the integration of the concept of al-quwwah al-'ālimah Al-Ghazali with the ideal of ulul albab provides a strong theoretical foundation for the design of holistic Islamic character education. The strengthening of the power of knowing not only in the cognitive aspect, but also in the spiritual and ethical dimensions, is seen as strategic to form a generation of ulul albab who are able to respond to the challenges of the times without losing the orientation of monotheism and morals</p> <p>Keywords: character, Islamic education, soul, intellectual-spiritual</p>Husen HusenAhmad TaufiqMuzammilIwan FikriTitin Nurhidayati
Hak Cipta (c) 2026 SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam
2025-12-312025-12-31511910.55120/sirajuddin.v5i1.2551Pendekatan Integratif Pendidikan Islam Dalam Pengajaran Statistika Untuk Menguatkan Nilai Kejujuran Pada Siswa Madrasah Aliyah
https://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/sirajuddin/article/view/2563
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan integratif pendidikan Islam dalam pengajaran statistika serta menganalisis pengaruhnya terhadap penguatan nilai kejujuran siswa Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian meliputi guru matematika dan siswa Madrasah Aliyah yang mengikuti pembelajaran statistika. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan integratif pendidikan Islam diterapkan melalui perencanaan pembelajaran yang memadukan tujuan kognitif dan afektif, pelaksanaan pembelajaran statistika yang dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata serta nilai-nilai Islam, dan evaluasi yang menilai aspek proses dan sikap siswa. Pembelajaran statistika yang terintegrasi dengan nilai kejujuran mendorong siswa untuk bersikap jujur dalam pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data. Selain itu, pendekatan ini berpengaruh positif terhadap penguatan nilai kejujuran siswa, yang ditunjukkan melalui meningkatnya kesadaran etis, tanggung jawab akademik, dan konsistensi antara data dan hasil analisis. Dengan demikian, pendekatan integratif pendidikan Islam efektif dalam menjadikan pembelajaran statistika lebih bermakna serta berkontribusi pada pembentukan karakter jujur siswa Madrasah Aliyah.</p>Zainal
Hak Cipta (c) 2026 SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam
2024-12-312024-12-3151102110.55120/sirajuddin.v5i1.2563ANALISIS KONSEPTUAL FUNGSI JIWA PERASAAN (EMOSI) DALAM PENGUATAN FUNGSI BELAJAR PERSPEKTIF PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM
https://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/sirajuddin/article/view/2554
<p>This study aims to conceptually analyze the function of the emotional soul (emotion) in strengthening the learning function of students from the perspective of Islamic Educational Psychology. A qualitative approach with a literature study method was used to examine relevant works on the concepts of feelings and emotions, the learning process, and the principles of Islamic psychology. The findings indicate that emotions play a fundamental role in influencing students’ motivation, attention, social interaction, and learning outcomes. In the Islamic perspective, emotion management is closely related to <em>tazkiyatun nafs</em>, the cultivation of good character (<em>akhlak</em>), and character building through values such as <em>ṣabr</em> (patience), <em>tawakkul</em> (trust in God), <em>shukr</em> (gratitude), and <em>muraqabah</em> (self-awareness before God). The integration of these values into the Islamic education process can create a positive, conducive, and meaningful learning atmosphere that encourages students’ cognitive and spiritual engagement. The article concludes that the emotional soul function, when managed through Islamic principles, plays a strategic role in strengthening the learning function and suggests the need for learning designs that consciously develop emotion regulation based on Islamic values.</p>Su’udiTitin NurhidayatiAhmad SidikYuningsih KristiningrumFaroha Amalia HusnaSaiful Anwar
Hak Cipta (c) 2026 SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam
2025-12-312025-12-3151222810.55120/sirajuddin.v5i1.2554METODOLOGI COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SKI:STUDI PADA MADRASAH ALIYAH
https://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/sirajuddin/article/view/2523
<p>Artikel ini bertujuan membahas secara mendalam penerapan metodologi <em>Cooperative Learning</em> dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Aliyah, serta bagaimana pendekatan tersebut berkontribusi terhadap pembentukan pengalaman belajar yang kolaboratif dan bermakna bagi siswa. Isu utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih dominannya metode konvensional yang berfokus pada hafalan fakta sejarah, sehingga menghambat pengembangan kemampuan berpikir kritis dan nilai-nilai sosial keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi kegiatan pembelajaran di tiga kelas Madrasah Aliyah, serta analisis dokumentasi terkait perangkat pembelajaran SKI. Hasil analisis data menunjukkan tiga tema utama: (1) kolaborasi spiritual, di mana siswa saling mendukung dan meneladani nilai-nilai Islam melalui kerja kelompok; (2) peningkatan keterlibatan aktif, yang memperlihatkan pergeseran dari pembelajaran pasif menuju partisipasi reflektif; dan (3) refleksi nilai historis dalam konteks modern, yang menunjukkan bahwa siswa mampu mengaitkan peristiwa sejarah Islam dengan kehidupan sosial saat ini. Temuan ini memperlihatkan bahwa <em>Cooperative Learning</em> bukan hanya strategi pedagogis, tetapi juga pembentukan karakter, nilai ukhuwah, dan kesadaran historis. Kesimpulannya, penerapan <em>Cooperative Learning</em> dalam pembelajaran SKI mampu mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan spiritual siswa, sekaligus memperkuat nilai-nilai kolaboratif dalam pendidikan Islam. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis terhadap pengembangan model pembelajaran berbasis kolaborasi spiritual dan praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran SKI yang lebih kontekstual, reflektif, dan berorientasi karakter.</p>HafidAhmad Syukkur
Hak Cipta (c) 2026 SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam
2025-12-312025-12-3151294210.55120/sirajuddin.v5i1.2523Pendidikan Karekter Berjenjang Dan Rumus Parenting 7x3 Menurut Ali Bin Thalib
https://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/sirajuddin/article/view/2564
<p><em>Pendidikan karakter secara umum lebih kepada nuansa anak-anak dimasa sekolah, peneliti berusaha mebahas secara utuh dari jenjang satu kejenjang yang lain, artinya dari anak-anak sampai dewasa secara berjenjang, tidak bertumpu pada masa anak-anak saja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memahami pendidikan karakter secara berjenjang, kemudian untuk menganalisis rumus parenting 7x3 menurut Ali Bin Abi Thalib. Dalam penelitian ini, pendekatan yang diterapkan adalah studi kepustakaan (library research). Metode ini melibatkan serangkaian aktivitas sistematis yang berfokus pada pengumpulan data dan informasi dari berbagai sumber tertulis. Hasil penelitian ini: Pertama, Pendidikan karakter berjenjang secara efektif membentuk karakter anak dengan menyesuaikan pendekatan sesuai tahap perkembangan usia. Kedua, Rumus parenting 7x3 menurut Ali Bin Abi Thalib yaitu 0-7 tahun anak itu diumpamakan sebagai raja, 7-14 tahun anak itu diumpamakan sebagai tawanan yang penuh dengan tatatertib dan beberapa aturan dan 14-21 tahun anak itu dianggap sebagai sahabat.</em></p>Fitriatul MunawarohSufyan Huda
Hak Cipta (c) 2026 SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam
2025-12-312025-12-3151435210.55120/sirajuddin.v5i1.2564Pradigma Baru Pelajaran SKI: Analisis Perkembangan Kurikulum 2013 Menuju Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah
https://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/sirajuddin/article/view/2575
<p>Artikel ini bertujuan bertujuan untuk menganalisis perkembangan Kurikulum 2013 (K13) menuju Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran <em>Sejarah Kebudayaan Islam</em> (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah. Fenomena transisi kurikulum ini mencerminkan perubahan paradigma pendidikan nasional dari pendekatan berbasis kompetensi menuju pembelajaran yang lebih kontekstual, reflektif, dan berpusat pada siswa. Penelitian ini menggunakan <strong>pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (<em>library research</em>)</strong><strong>,</strong> yang bertujuan untuk menelaah berbagai sumber akademik, kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian empiris terkait implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah dasar Islam. Data dikumpulkan melalui <strong>analisis dokumen, artikel ilmiah, dan publikasi resmi pemerintah</strong> dengan teknik <strong>purposive sampling</strong> terhadap literatur relevan. Analisis data dilakukan menggunakan <strong>analisis tematik (thematic analysis)</strong> untuk mengidentifikasi pola, tema, dan pergeseran konsep kurikulum dalam konteks pembelajaran SKI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralihan dari K13 ke Kurikulum Merdeka tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga paradigmatik. Tiga tema utama ditemukan: (1) <em>rekonstruksi filosofi pembelajaran SKI</em> yang lebih menekankan pemaknaan nilai-nilai sejarah Islam secara kontekstual; (2) <em>transformasi peran guru</em> dari penyampai materi menjadi fasilitator pembelajaran reflektif; dan (3) <em>penguatan integrasi nilai Islam dan profil pelajar Pancasila</em> dalam kegiatan belajar. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman teoretis tentang adaptasi kurikulum berbasis nilai dalam pendidikan Islam dan memberikan rekomendasi praktis bagi guru madrasah untuk mengembangkan pembelajaran SKI yang lebih kontekstual dan bermakna. Implikasi hasil penelitian ini menegaskan pentingnya inovasi kurikulum yang berakar pada nilai-nilai keislaman namun tetap adaptif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21</p>Badrun Fawaidi
Hak Cipta (c) 2026 SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam
2025-12-312025-12-3151536110.55120/sirajuddin.v5i1.2575