GLOBALISASI TAREKAT SUFI DI ASIA TENGGARA (STUDI PERAN TAREKAT DALAM PENYEBARAN ISLAM DI INDONEESIA)
DOI:
https://doi.org/10.55120/qolamuna.v9i02.897Abstrak
Sufi berperan penting dalam penyebaran Islam, A. H. Johns mengatakan bahwa para sufi pengembara menyiarkan agama islam di Nusantara, terbukti banyaknya sumber lokal yang mengaitkan pengenalan islam ke wilayah ini dengan guru-guru pengembara dan karakteristik sufi yang kental. Para guru sufi memiliki kemampuan menyampaian yang atraktif, khususnya kesesuaian islam dengan kepercayaan dan praktik keagamaan lokal indonesia di zaman tersebut. Dalam kekuatan globalisasi barat dan penurunan berikutnya dari pemerintahan pribumi di asia sepanjang abad ke sembilan belas. Anggota persaudaraan sufi transregional dikenal dengan tarekat. Tarekat terbagi dalam teknik dan silsilah tertentu, serta terlibat dalam kompetisi aktif melintasi Samudra Hindia, mereka melakukannya atas nama ortodoksi yang lebih luas. Snouck Hurgronje banyak melihat terkait peningkatan eksponensial dari Asia Tenggara ketika haji sebab pembukaan terusan Suez pada tahun 1869 dan peningkatan berikutnya dalam pengiriman uap antara Arab dan pusat Singapura, Batavia, serta Surabaya. Hal tersebut lebih lanjut difasilitasi oleh pembangunan di Jawa, khususnya jalan raya dan jalur kereta api yang dimaksudkan untuk mengamankan kendali Belanda dan alat transportasi yang cepat untuk hasil panen ke pelabuhan. Semakin banyak ulama (jawa dan arab) yang membentuk sekolahnya sendiri. Kisah sufi dan percetakan di Asia Tenggara dimulai dengan adanya mesin litograf di Singapura dan Surabaya pada 1850an. Saat itu juga percetakan singapura mengeluarkan buku-buku lain yang dianggap sesuai untuk pembaca sufi. Hal tersebut membuat Michael Laffan memberikan istilah Abad Sufi di Asia tenggara untuk Globalisasi tarekat yang terjadi di Asia tenggara, terutama indonesia
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Jurnal Studi Islam by Qolamuna is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at http://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/qolamuna

