Integrasi Mazhab Fikih dalam Pembentukan Fatwa MUI: Studi Analisis terhadap Keputusan Fatwa Kontemporer
Keywords:
Fatwa MUI, Integrasi Mazhab Fikih, Ijtihad KolektifAbstract
Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai otoritas keagamaan memainkan peran strategis dalam merumuskan fatwa yang menjawab persoalan-persoalan kontemporer umat Islam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi mazhab fikih diterapkan dalam proses pembentukan fatwa MUI, khususnya dalam menghadapi isu-isu aktual yang menuntut pendekatan hukum Islam yang kontekstual dan inklusif. Dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis isi terhadap sejumlah fatwa MUI dekade terakhir, studi ini menemukan bahwa MUI mengadopsi pendekatan epistemologis eklektik yang menggabungkan metode bayani (tekstual), burhani (rasional), dan irfani (intuisi spiritual). Pendekatan ini memungkinkan MUI untuk merumuskan fatwa yang tidak hanya berlandaskan pada mazhab Syafi’i sebagai tradisi dominan, tetapi juga membuka ruang bagi pendapat mazhab lain seperti Hanafi, Maliki, dan Hanbali, sesuai dengan prinsip maqashid syariah, maslahah, dan 'urf lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik ijtihad kolektif MUI memperkaya khazanah hukum Islam di Indonesia, namun juga menghadapi tantangan dalam menyelaraskan keragaman metodologi dan otoritas keilmuan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kerangka kerja epistemologis yang sistematis dan transparan dalam proses penetapan fatwa, guna meningkatkan legitimasi dan keberterimaan fatwa di tengah masyarakat multikultural.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



