The The Relevance of OJK Regulation No. 13/POJK.03/2021 to the Implementation of Shariah Restricted Investment Account Based on Mudharabah Muqayyadah in Indonesia’s Islamic Banking Law
The Relevance of OJK Regulation No. 13/POJK.03/2021 to the Implementation of Shariah Restricted Investment Account Based on Mudharabah Muqayyadah in Indonesia’s Islamic Banking Law
DOI:
https://doi.org/10.55120/iltizamat.v5i2.2808Kata Kunci:
Mudharabah Muqoyyadah, POJK 13/POJK.03/2021Abstrak
Tulisan ini membahas relevansi POJK Nomor 13/POJK.03/2021 terhadap implementasi Sharia Restricted Investment Account (SRIA) dengan akad mudharabah muqayyadah dalam sistem hukum perbankan syariah di Indonesia. Problem akademik utama artikel ini terletak pada belum adanya pengaturan khusus yang secara eksplisit mengatur SRIA sebagai produk investasi berbatas, sementara praktiknya membutuhkan kepastian hukum, tata kelola risiko, perlindungan investor, dan kepatuhan syariah yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana POJK Nomor 13/POJK.03/2021 dapat dijadikan dasar hukum bagi penyelenggaraan SRIA serta bagaimana akad mudharabah muqayyadah membentuk relasi hukum antara pemilik dana, bank syariah, dan objek investasi. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, melalui kajian terhadap POJK, Undang-Undang Perbankan Syariah, fatwa DSN-MUI, pedoman implementasi SRIA, dan literatur hukum ekonomi syariah. Temuan kajian menunjukkan bahwa POJK Nomor 13/POJK.03/2021 memiliki relevansi substantif sebagai payung regulasi umum karena mengatur manajemen risiko, tata kelola, pengendalian internal, transparansi, dan perlindungan konsumen. Namun, POJK tersebut belum memadai sebagai dasar teknis khusus karena tidak mengatur struktur akad, pembatasan investasi, alokasi risiko, dan konsekuensi pelanggaran mandat investor secara rinci. Kesimpulan kajian menegaskan bahwa implementasi SRIA membutuhkan integrasi antara POJK, fatwa DSN-MUI, pedoman teknis, dan pengawasan syariah. Novelty artikel ini terletak pada pembacaan SRIA sebagai arena pengujian hubungan antara hard law dan soft law dalam regulasi produk perbankan syariah berbasis mudharabah muqayyadah.
Unduhan
Referensi
Abedifar, P., Molyneux, P., & Tarazi, A. (2013). Risk in Islamic Banking. Review of Finance, 17(6), 2035–2096. https://doi.org/10.1093/rof/rfs041
Alaeddin, O., Archer, S., Karim, R. A. A., & Mohd. Rasid, M. E. S. (2017). Do Profit-sharing Investment Account Holders Provide Market Discipline in an Islamic Banking System? Journal of Financial Regulation, 3(2), 210–232. https://doi.org/10.1093/jfr/fjx006
Alhammadi, S., Archer, S., Padgett, C., & Abdel Karim, R. A. (2018). Perspective of corporate governance and ethical issues with profit sharing investment accounts in Islamic banks. Journal of Financial Regulation and Compliance, 26(3), 406–424. https://doi.org/10.1108/JFRC-01-2017-0014
AlShattarat, W. K., & Atmeh, M. A. (2016). Profit-sharing investment accounts in islamic banks or mutualization, accounting perspective. Journal of Financial Reporting and Accounting, 14(1), 30–48. https://doi.org/10.1108/JFRA-07-2014-0056
Archer, S., Ahmed Abdel Karim, R., & Sundararajan, V. (2010). Supervisory, regulatory, and capital adequacy implications of profit‐sharing investment accounts in Islamic finance. Journal of Islamic Accounting and Business Research, 1(1), 10–31. https://doi.org/10.1108/17590811011033389
Archer, S., & Karim, R. A. A. (2009). Profit-sharing investment accounts in Islamic banks: Regulatory problems and possible solutions. Journal of Banking Regulation, 10(4), 300–306. https://doi.org/10.1057/jbr.2009.9
Baldwin, K., Alhalboni, M., & Helmi, M. H. (2019). A structural model of “alpha” for the capital adequacy ratios of Islamic banks. Journal of International Financial Markets, Institutions and Money, 60, 267–283. https://doi.org/10.1016/j.intfin.2018.12.015
Chong, B. S., & Liu, M.-H. (2009). Islamic banking: Interest-free or interest-based? Pacific-Basin Finance Journal, 17(1), 125–144. https://doi.org/10.1016/j.pacfin.2007.12.003
Diamond, D. W. (1984). Financial Intermediation and Delegated Monitoring. The Review of Economic Studies, 51(3), 393. https://doi.org/10.2307/2297430
Farook, S., Kabir Hassan, M., & Lanis, R. (2011). Determinants of corporate social responsibility disclosure: the case of Islamic banks. Journal of Islamic Accounting and Business Research, 2(2), 114–141. https://doi.org/10.1108/17590811111170539
Hamza, H. (2016). Does investment deposit return in Islamic banks reflect PLS principle? Borsa Istanbul Review, 16(1), 32–42. https://doi.org/10.1016/j.bir.2015.12.001
Khan, F. (2010). How ‘Islamic’ is Islamic Banking? Journal of Economic Behavior & Organization, 76(3), 805–820. https://doi.org/10.1016/j.jebo.2010.09.015
Magalhães, R., & Al‐Saad, S. (2013). Corporate governance in Islamic financial institutions: the issues surrounding unrestricted investment account holders. Corporate Governance: The International Journal of Business in Society, 13(1), 39–57. https://doi.org/10.1108/14720701311302404
Mollah, S., & Zaman, M. (2015). Shari’ah supervision, corporate governance and performance: Conventional vs. Islamic banks. Journal of Banking & Finance, 58, 418–435. https://doi.org/10.1016/j.jbankfin.2015.04.030
Neni Hardiati, Fitriani, & Ilma Miranti. (2024). PRINSIP PEMBIAYAAN AKAD MUDHARABAH DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH. Holistik Analisis Nexus, 1(5), 101–113. https://doi.org/10.62504/jimr500
Solikhah, L., & Mochammad Andre Agustianto. (2024). Sharia Restricted Intermediary Account (SRIA) Dalam Pengembangan Keuangan Syariah di Indonesia. Jurnal Investasi Islam, 9(2), 208–231. https://doi.org/10.32505/jii.v9i2.10022
Syarvina, W. (2021). PENERAPAN AKAD MUDHARABAH MUQAYYADAH PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA. Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam, 7(1), 21. https://doi.org/10.30821/se.v7i1.9806
Wibisono, A., Siregar, H., Ismal, R., Ratnawati, N., & Ismail, A. F. (2024). Revisiting Mudharabah Investment Account and Proposal for Improvement – Case of Indonesia. AL-MUZARA’AH, 12(2), 195–216. https://doi.org/10.29244/jam.12.2.195-216
Zaher, T. S., & Kabir Hassan, M. (2001). A Comparative Literature Survey of Islamic Finance and Banking. Financial Markets, Institutions & Instruments, 10(4), 155–199. https://doi.org/10.1111/1468-0416.00044
Buku
Asshiddiqie, J. (2018). Pengantar ilmu hukum tata negara. Jakarta: Rajawali Pers.
Ayub, M. (2007). Understanding Islamic finance. Chichester: John Wiley & Sons.
Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia. (2017). Fatwa DSN-MUI Nomor 115/DSN-MUI/IX/2017 tentang akad mudharabah. DSN-MUI.
El-Gamal, M. A. (2006). Islamic finance: Law, economics, and practice. Cambridge University Press.
Hardiati, N., dkk. (2024). Prinsip pembiayaan akad mudharabah di lembaga keuangan syariah. Journal Holistik Analisis Nexus, 1(5).
Oktaviani, S. N., dkk. (n.d.). Pengaturan hukum akad mudharabah dalam perbankan syariah di Indonesia: Tinjauan regulasi dan implementasi.
Puteri, H. E. (n.d.). Produk-produk pendanaan di bank syariah: Skema titipan dan kerjasama. Artikel Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi.
Sulubara, S. M. (2024). Penghimpunan dana akad mudharabah dalam perbankan syariah. Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial, 2(1).
Syahrum, M. (2022). Pengantar metodologi penelitian hukum: Kajian penelitian normatif, empiris, penulisan proposal, laporan skripsi dan tesis. DOTPLUS Publisher.
Usmani, M. T. (2002). An introduction to Islamic finance. Kluwer Law International.
UU (undang-undang/legislasi)
Otoritas Jasa Keuangan. (2014). Pedoman implementasi sharia restricted investment account (SRIA) dengan akad mudharabah muqayyadah. Jakarta: OJK.
Otoritas Jasa Keuangan. (2015). Kodifikasi produk dan aktivitas standar bank umum syariah dan unit usaha syariah. OJK.
Otoritas Jasa Keuangan. (2021a). Roadmap perbankan syariah Indonesia 2020–2025. Jakarta: OJK.
Otoritas Jasa Keuangan. (2021b). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13/POJK.03/2021 tentang penyelenggaraan produk bank umum. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 164.
Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Roadmap pengembangan dan penguatan perbankan syariah Indonesia 2023–2027. OJK.
Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah. Sekretariat Negara.
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang pengembangan dan penguatan sektor keuangan. Sekretariat Negara.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 94.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 iltizamat

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




