Fikih Jurnalistik Sebagai Landasan Etika Bermedia Sosial

  • Siti Khoirotul Ula

Abstract

 

Perubahan-perubahan dalam pola komunikasi di era internet memungkinan setiap orang untuk aktif menggunakan media sosial. Para pengguna internet hampir tidak memiliki batasan atau etika khusus untuk menghormati pengguna pengguna internet lain di dunia maya, yang mana sebetulnya merupakan anggota masyarakat di kehidupan nyata. Oleh karena itu, batasan antara maya dan nyata menjadi tidak jelas. Etika-etika pada saat berinteraksi di dunia nyata terabaikan di dunia maya. Fenomena penggunaan sosial media tentunya bertentangan dengan umat Islam, sebagai bagian dari kesatuan masyarakat itu sendiri. Padahal, pada hukum Islam pengumpulan informasi atau berbicara tentang berita yang tidak benar adalah larangan. Artikel ini bertujuan untuk membuat masyarakat lebih berhati-hati mengenai fiqih jurnalisme. Bagi masyarakat yang menggunakan media sosial, hendaknya selain tidak mengganggu di dunia maya, seperti halnya berkata kasar, menyebar fintah, menyebar konten porno, dan juga menjual barang-barang ilegal.

Kata kunci : Fiqh jurnalisme, Etika, Media Sosial

Author Biography

Siti Khoirotul Ula
Dosen Pengajar Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attanwir
Published
2017-04-24
Section
Articles